
Bandung - DiJanjikan akan dinikahi setelah kegadisannya direnggut, seorang mahasiswi dari perguruan tinggi swasta berinisial ES (23) melaporkan praja IPDN MF (23) yang baru saja diwisuda pada 7 Juni kemarin ke Polresta Bandung Tengah. Itu dilakukan karena praja asal Gorontalo itu menghilang.
ES datang ditemani bapaknya dan Inu Kencana ke Polresta Bandung Tengah, Jalan Ahmad Yani (8/6/2008). Hingga berita ini diturunkan, ES masih memberikan keterangan kepada pihak kepolisian. Wartawan belum bisa mewawancarainya.
Menurut Inu, ES datang ke tempatnya Sabtu Malam (8/6/2008). "Tadi kami sudah datang ke Polsek Jatinangor untuk melapor, tapi ditolak karena kejadiannya di Bandung. Makanya kami datang ke sini," katanya.
Berdasarkan penuturan ES, lanjut Inu, sekitar Agustus 2006 silam di rumah nenek ES di daerah Riung Bandung, setelah diberikan makanan oleh MF, ES merasa lemas. "Nah setelah itu dia diperkosa. Kemudian si perempuannya diiming-imingi akan dinikahi. Akhirnya mereka pacaran dan selama pacaran mereka melakukan hubungan intim lagi," ungkapnya.
Namun menjelang wisuda yang digelar pada 7 Juni 2008 lalu, MF yang merupakan praja asal Gorontalo, tiba-tiba menghilang. Tidak bisa dihubungi oleh ES. Akhirnya, ES berani melaporkan MF ke polisi. ( ern / ern )
Sebelum mendatangi kepolisian, ES (21), mengaku telah mendatangi Plt Rektor IPDN Johanis Kaloh. Namun ES mengaku laporannya tak digubris oleh pihak lembaga.
"Saya sudah datang mengadu ke rektor, tapi engga digubris. Mungkin karena bapaknya dekat dengan rektor," ujar ES di Mapolres Bandung Tengah, Jalan Ahmad Yani, Minggu (8/6/2008). Ketika ditanya kapan dia menemui rektior IPDN, ES enggan mengungkapkannya.
Sementara itu dihubungi melalui telepon, Johanis Kaloh mengaku tidak pernah sama sekali didatangi oleh wanita bernama ES. "Engga ada yang menemui saya. Wah saya engga tahu kasus ini," bantahnya.
ES mengaku diperkosa pada Agustus 2006 silam oleh MF. MF yang dikenalnya sebagai praja IPDN berjanji akan menikahi dirinya. Hubungan mereka berlanjut menjadi pacaran. Mereka pun melakukan hubungan intim berulang kali.
Namun usai wisuda pada Sabtu (7/6/2008), praja asal Gorontalo tersebut menghilang. Setelah konsultasi dengan Inu Kencana, akhirnya ES mendatangi Polresta Bandung Tengah untuk konsultasi hukum.
Dikutip dari milis gorontalomaju2020
Praja IPDN Asal Gorontalo Memperkosa
Label: gorontalo
Demam Euro 2008 di Gorontalo

Perhelatan ajang sepak bola negara-negara eropa tinggal menghitung hari... detik demi detik (kayak lagu kd) :d. Demam Euro 2008 mulai melanda dunia. Tidak terkecuali di Indonesia lebih khususnya di Holland (Gorontalo:red).
Di Gorontalo event-event seperti ini sangat digandrungi oleh anak-anak muda pecinta sepak bola. mereka sudah mempunyai jagoan neonnya masing-masing. Tim-tim yang dijagokan mereka ini bukan saja baru kali ini dijagokan oleh mereka tetapi udah bertahun-tahun. termasuk aku juga menjagokan Perancis sebagai favorite koe sejak tahun 98 sampai dengan sekarang.
Beberapa bukti sering terlihat dimana beberapa tempat/wilayah Gorontalo, baik di rumah, jalan, bahkan di atas pohon kelapa berkibar beberapa bendera negara-negara yang ngikutin Euro.
Akupun nggak mau ketinggalan kereta, di rumahku sekarang telah berkibar dengan megah Bendera negara Perancis yang ukurannya super gede'yang aku letakkan di pohon mangga yang tumbuh tepat di depan rumahku. tetapi masih aku ikatkan bendera itu di sebuah batang bambu yang kira-kira tingginya 7 meter. Jadi bisa kita bayangin berapa tingginya bendera tersebut. bayangin ajha dulu :d udah apa blon..??
Udah kan ngebayanginnya... sekarang kita lanjut..!
Tak mau kalah denganku, tetangga-tetanggaku juga ikut memancang bendera negara jagoan mereka.. nggak mau kalah tinggi lagi,, bahkan ada yang benderanya diletakkan di atas pohon kelapa.. mau bayangin tingginya silahkan..awas ketiduran.
Aku juga punya teman yang suaminya tentara. saat jumpa dengan suaminya tuh.. aku di tembak ups..nggak cuma dia nanya kenapa kalau sepak bola orang-orang sering memasang bendera negara lain akan tetapi saat 17-an sebagai hari proklamasi atau saat indonesia ikut kegiatan olahraga tingkat dunia nggak ada anak mudanya yang mau masang bendera merah putih di depan rumah mereka. aku jawab ajha sekenanya karena kualitas Indonesia masih jauh tertinggal dengan negara-negara lain apa lagi bidang olahraganya so untuk apa ngedukungin.
Itu aja dulu postingan khusus Euro 2008 kali ini,, mudah-mudahan Tim Perancis jadi juara..!! Indonesia..??? Mimpi kali yech..
Hindarkan Perempuan & Anak Dari Pornografi dan Pornoaksi

Pornografi di negara ini telah merebak demikian dasyat, sejak pers memperoleh kebebasannya pada tahun 1998, pornografi seolah mempunyai kuda tunggangan baru, penyebaran pornografi menjadi kian luas dan kian kasat mata. Pornografi hadir di berbagai media massa baik surat kabar, tabloid, majalah, televisi, radio, internet, tanpa khawatir terkena sensor atau bredel. Menyikapi permasalahan tersebut maka Pemerintah Provinsi Gorontalo bekerjasama dengan Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan RI melakukan ”Sosialisasi dan Desiminasi RUU Pornografi” di Ruang Huyula Kantor Gubernur , Senin (02/06)
Sekda Provinsi Gorontalo dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Pelayanan Publik Abubakar Mopangga mengatakan bahwa sosialisasi ini diharapkan menciptakan suatu persamaan pandangan tentang RUU Pornografi, tiada lain tujuannya agar perempuan maupun anak-anak khususnya di Provinsi Gorontalo akan terhindar dari bencana pornografi dan pornoaksi.
Disamping itu Sekda mengajak semua komponen untuk melihat masa depan bangsa dan melihat masa depan anak-anak yang masih lugu, “kewajiban kita adalah menjaga agar jangan sampai mereka diusik dan diganggu oleh media pornografi” tegasnya.
Sebelumnya, Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Deputi Urusan Sosial Budaya dan Lingkungan Sofinas Z. Asaari menyatakan bahwa kegiatan ini perlu dilakukan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman pemerintah sebagai pembuat kebijakan, agar produk hukum yang menyangkut hajat hidup tiap individu dipahami oleh masyarakat umum, sehingga dalam pelaksanaannya bisa berjalan efektif.
Kegiatan ini kata Sofinas adalah dalam rangka mencegah berkembangnya pornografi di masyarakat, Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan RI telah bekerjasama dengan Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga, Departemen Komunikasi dan Informartika, Departemen Agama, dan Kepolisian RI menyusun Rencana Aksi Nasional Mewujudkan Keluarga Bersih Pornografi (RAN MKBP), pasalnya kata Sofinas tidak menutup kemungkinan RAN ini akan mendorong percepatan pengesahan RUU tentang Pornografi kelak, karena memproleh dukungan yang begitu besar dari masyarakat, “olehnya dukungan dan komitmen kuat dari pemerintah daerah menjadi satu bagian yang tidak terpisahkan” jelasnya.
Author: monique Humas Pemprov.
NATIONAL PHYSICS SYMPOSIUM XXII AND INTERNATIONAL CONFERENCE ON ADVANCE MATERIALS FOR ENERGY
NATIONAL PHYSICS SYMPOSIUM XXII AND INTERNATIONAL CONFERENCE ON ADVANCE MATERIALS FOR ENERGY Held by Indonesian Physical Society (IPS)
October , 14th – 16th, 2008 (Tuesday – Thursday) Gorontalo – Sulawesi Indonesia
Gorontalo Physical Society has been given a chance to held 22nd National Physics Symposium and International Confrence on Advance Material for Energy. This is a good event not only for the government or physical practicy but also common society, because in this symposium there will be some world physics experts that was invites as key-note speaker and physics national experts.
In this symposium will be presented physics research results instead nuclear physics, engineering physics, education physics, economy physics, modelling and simulation of physics phenomens.
The speaker in this symposium will be included academy (lecturers and teachers) and practicy. That is a hope that will be some ide about using physics concept in Gorontalo which has vision “The Inovatif 2012 of Provence Gorontalo”, and as a momentum thinking about alternative ways to solve problem of electricity supply that could not fulfill the needs of developing activity which had been doing.
This symposium aim to meet local, regional and intenational physicst to discuss some aspects in advanved materials for energy, both of newest inovatif research results and theoritical and application literacy in physics.
• Nuclear Physics
• Engineering Physics
• Education Physics
• Material Physics
• Theory and Computation Physics
• Earth Physics
• Marine and Fisheries Physics
• Economical Pysics
• Optcal Physics
• Environmental Physics
• Teology Physics
• Other related.
.
Paper
• Paper must be paper which has not been publicated yet, write on term of scientific both in Indonesia or English.
• Type on 1,5 line spacing, Font : Times New Roman 10. Printing on A4 paper (Kwarto), left margin : 3 cm. Right margin : 2 cm, up and bottom margin : 2,5 cm.
• Maximum Extended Abstract is 400 words, which could be understood without full-read paper. Due date 30, July, 2008. Please writedown the scope you have choosen.
• Extended Abstract will be choosen by a selection team. Selection Team’s Decision could not be interveted. Recalling for participant whose Extended Abstract be choosen by team will be done by mail on 8, August,2008
• For participant whose extended abstract was accepted please send your full paper (Max, 8 page) in double printout/handout or softcopy (CD) to secretariat : Jenderal Sudirman Street no 6 Gorontalo, Phone; (0435) 831984, Fax: (0435) 827690 or email us to:
fisika.ung@gmail.com;
hfi_gorontalo@yahoo.com
Duedate on September,7,2008
Original paper must be sent with primary writer biodata.
• Full paper instead of Abstract, Preface, Theory (if available), Research Methode, result and Disscusion, Conclusion and also List of Literature Source.
• Every paper participant just could write on paper as a primary writer and presenting it.
• Accepted paper which could be publish by the writer, will be publish in prosiding.
Guest Speaker
From Korea, Singapore, Malaysia, Vietnam, Thailand and Taiwan, BATAN, ITB, Dr.Ir.Fadel Muhammad (Engineering Physics Expert/Governor of Gorontalo), Rector of Gorontalo State University (Universitas Negeri Gorontalo/UNG), NGO, Nuclear Care society..
Include of lecturers, physics teachers, LIPI, BATAN, LAPAN, University, Research and Development (Litbang), Department, BUMN, Industry etc. this seminar also open for they who has concern in physics. Total number of participant is about 300 people.
Time and Place
Day : Tuesday-Thursday
Date : October, 14-16, 2008
Place : Aula of Gorontalo State University (UNG)
Cost Symposium *
Paper Participant : Rp 400.000
Audience : Rp 300.000
Student : Rp 150.000
Cost include of certificate, seminar kit, snack and launch during symposium
Information
Secretariat of 22nd National Physics Symposium And International Conference
On Advance material for energy, 2008
Department of Physics, Faculty of Mathematics and Scients, Gorontalo State University
Jenderal Sudirman Street No.6
Campus of Gorontalo State University
Phone: (0435) 831 984 Fax : (0435) 827 690
For Further Information:
Yoseph Paramata (081341121497)
Asri Arbie (085240519205),
Masri K Umar (085256009373)
Nama : .................................................L/P
Instansi : .......................................................
Alamat : Rumah...........................................
Kantor...........................................
Telp/Fax : Rumah...........................................
Kantor...........................................
E-mail : .......................................................
Mohon dicatat sebagai
Peserta Pemakalah Judul : ....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Peserta Pendengar (Umum)
Peserta Pendengar (
Author : Prof. Dr. Yoseph Paramata, M.Pd
Label: gorontalo, pendidikan
Listrik Gorontalo Padam Lagi
Gorontalo mulai gelap lagi..!!
Setelah beberapa bulan yang lalu Gorontalo dilanda "krisis listrik", sekarang malah mulai marak lagi di beberapa tempat listriknya padam.. huu.. kasian deh..!!
Baru-baru di daerah ku mengalaminya.. bahkan dua malam berturut-turut. malam minggu pas mau mandi untuk acara ngapelin si-dia. tiba-tiba gelap..!!
Padahal udah di kamar mandi nich.. batal dech aku mandi..!! :( otomatis waktu ngapel nggak mandi. tapi pake minyak wangi yang banyak,, dari versace sampai minyak sinyongnyong, dari yang tidak pake alkohol sampai yang beralkohol, karena menurutku kuman-kuman bisa mabok trus pergi dibuatnya. :)
Deritaku tidak berakhir malam itu juga.!! malam berikutnya waktu aku nonton final piala bang Thomas antara Cina dan Indon..upss maksudnya Korea Selatan, trus dalam waktu bersamaan aku nonton juga motogp di sircuit le-mans karena kebetulan jagoan neonku the Doctor Valentino Rossi main tuch. eich.. tiba-tiba listriknya padam lagi, kontan dech langsung keluar makianku kepada PLN (sory yach PLN.. namanya aja kontan, kalau kredit barangkali nggak keluar makianku). matinya tuch listrik nggak lama,,sekitar 4 detik trus padam lagi, nyala lagi, padam lagi, nyala lagi, mati lagi (innalillahi wa..)kontan lagi nich aku langsung cabut steker TV and lain-lain takut rusak karena nggak ada asuransinya dari PLN(syukur tanpa makian). Padahal MotoGP-nya mau start untuk kelasnya Rossi.
Nah.. sekarang gimana nich pemerintah Gorontalo kembali menanggulanginya lagi..?? konon pada suatu hari PLN telah dibelikan oleh pemerintah Provinsi Gorontalo sebuah mesin pembangkit listrik.. ngak tau kontan atau kredit..!! jika BBM menjadi masalahnya PLN, kan udah di dapat oknum-oknum yang telah merugikan PLN dengan cara menyelundupkan BBM PLN Gorontalo entah kemana, sekarang apalagi yang menjadi masalahnya ? apakah ini merupakan suatu wujud demo dari PLN Gorontalo kepada pemerintah karena mau menaik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali BBM ? atau demo karena masyarakat kwandang ngak mau ngasih tanahnya buat pembangunan Pembangkit Listrik disana ?? jawab donk.. jangan diam aja..!! :(
author : aank yang merana
Fadel Promosi Gorontalo di Pentas Dunia

GORONTALO - Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad kembali memukau pentas dunia saat memaparkan keberhasilan Provinsi Gorontalo pada Konvensi Internasional II mengenai Pendekatan Regional dan Lokal untuk Pembangunan (Second International Convention on a
Regional and Local Approach to Development) di Tangiers-Tetouan Maroko, 12-14 Mei 2008.
Pada pertemuan yang dihadiri oleh lebih dari 1.000 peserta dan datang dari 56 negara di Eropa, Amerika,Arika dan Asia itu, Fadel menceritakan bagaimana Gorontalo menapaki pembangunan daerah sejak awal berdiri. Keberhasilan Gorontalo, ungkap Fadel, dimulai
dengan komitmen menerapkan model pemerintah wirausaha (entrepreneurial government) yang diilhami oleh gerakan pembaharuan tata pemerintahan baru (NPM) yang sudah diadopsi di negara-negara maju. "Gorontalo kemudian membuat konsep pembangunan yang fokus hanya pada tiga program unggulan (SDM, pertanian dan perikanan, sehingga sasaran dan target pembangunan lebih mudah dicapai," kata Fadel.
Fadel mengungkapkan, keberhasilan ini juga tidak lepas dari inisiatif Gorontalo menjalin kerjasama dengan pihak donor internasional seperti Bank Dunia, UNDP,
JICA, CIDA, dll. "Kita harus membangun daerah dengan semangat kerjasama hingga ke tingkat internasional, " tegas Fadel yang disambut applaus dari para peserta.
Untuk itu, Fadel menawarkan kerjasama regional dengan para pemimpin region yang hadir pada pertemuan tersebut dan mendapat respons positiif dari beberapa peserta. Gubernur Southern Province di Srinlanka,Kumari Balasuriya, bahkan mengundang Fadel dan rombongan ke Srinlanka sekaligus dalam rangka menjajaki kerjasama diberbagai bidang pembangunan.
Fadel menambahkan, harus diakui, selama ini daerah lebih pasif dalam dinamika globalisasi yang melanda dunia. Padahal dampak globalisasi akan sangat terasa hingga ke daerah. "Disinilah perlunya, kami para pemimpin daerah se dunia berkumpul dan sepakat agar suara daerah bisa didengarkan dan diakomodir," imbuh Fadel.
Sementara itu, Claudio Martini, Presiden FOGQR pada pembukaan konferensi mengatakan bahwa konvensi internasional ini merupakan pertemuan para pemimpin region (setingkat provinsi) di berbagai belahan dunia yang tergabung dalam Forum Asosiasi Daerah
Internasional (FOGAR) yang dideklarasikan di Konferensi Marseille tahun 2007.
Pertemuan di Tangier Maroko ini adalah kali kedua para pemimpin daerah sedunia ini berkumpul memaparkan progres yang diraihnya sejak pertemuan pertama. Selain itu, dibahas juga keanggotaan forum yang memberikan kesempatan luas kepada pemimpin daerah yang lain di dunia untuk bergabung. Organassasi FOGAR lahir dari kesepakatan para pemimpin daerah di berbagai belahan dunia untuk menyuarakan kepentingan dan aspirasi
daerah dalam era globalisasi.
Pada pertemuan ini, delegasi Indonesia terdiri atas Gubernur Gorontalo, Deputi regional dan Otonomi Daerah, Bappenas, dan Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo serta Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Provinsi Gorontalo.
Kepala Bappeda, Prof DR Ir Winarni Monoarfa MS,mengemukakan, berbagai pengakuan yang mengalir ke Gorontalo tidak lepas dari sinergi program antar pemerintah nasional, dan pemda yang secara harmonis diwujudkan di lapangan. Keanggotaan Gorontalo dalam
organisasi FOGAR ini juga antara lain karena gagasan dan kontribusi Gorontalo dalam pembangunan nasional melalui pencapaian pembangunan di daerah. "Dalam organisasi ini, Gubernur Gorontalo bahkan dianggap sebagai represntasi Asia. Ini membanggakan kita,
karena diantara daerah-daerah yang dianggap berhasil membangun baik di Eropa, Amerika Latin hingga Afrika,Gorontalo menjadi salah satu yang dianggap berhasil di Asia," ungkapnya. gpinfo
Label: gorontalo
Sang Wahyu Keep Going On
Pesta demokrasi Pemilihan Umum Walikota dan Wakil Walikota Gorontalo telah dilaksanakan kemarin Senin, 12 Mei 2008. sesuai informasi yang diterima paket Damay memenangkan pemilihan itu.Akan tetapi selisih perolehan suara yang dimenangkan paket DAMAY terhadap paket KAWAN tidak terlalu signifikan walaupun paket KAWAN Tidak Kampanye. Mengapa Demikian..???
Hal tersebut tidak lain dikarenakan suara paket KAWAN tersebut paling banyak berasal dari suara pendukung paket WAHYU (AW.Thalib-Yani Suratinoyo) yang tidak masuk sebagai calon walikota dan wakil walikota.
Coba andaikan paket WAHYU masuk sebagai calon walikota-wakil walikota, bisa-bisa menang nanti. Tetapi perjuangan WAHYU untuk tetap lolos sebagai calon walikota-wakil walikota akan terus berlanjut..!! Kemarin saja banyak orang yang tidak mengambil haknya sebagai pemilih (golput)ataupun merusak surat suara miliknya..! kan ngak apa2 kalau menurut hati nuraninya begitu."Diya'a te WAHYU to gambari boito makanya wa'u jamomili"(tidak ada gambarnya WAHYU disitu makanya saya tidak memilih-red) Ujar ka'da'a(samaran) sambil santai di sebuah warung.
Pagi hari saja sewaktu pemilihan, banyak orang hanya berada di rumahnya AW.Thalib sambil nongkrong-nongkrong. Ratusan masa tersebut tidak mau memilih padahal tidak ada komando dari sang WAHYU untuk melakukan hal itu. lagi-lagi kata mereka "hati nurani"yang mengajak untuk ke sang WAHYU.
Sekarang tinggal petinggi-petinggi pusat nun jauh disana yang menilai masalah Pilwako Gorontalo ini,, cuma pesan saya yang baik donk yang jadi penilai.
BRAVO WAHYU KEEP GOING ON MAN
Pengembangan Teknologi Komunikasi di Provinsi Gorontalo
oleh: James F. Tomasouw, Direktur E-Government Institute dan Arya Sanjaya, Pengamat Teknologi Informasi dan Komunikasi
PROVINSI Gorontalo adalah salah satu provinsi termuda di Indonesia sebagai hasil dari pemekaran Provinsi Sulawesi Utara. Secara geografis, Provinsi Gorontalo terletak di ujung utara pulau Sulawesi dengan kondisi dataran rendah dengan diapit pegunungan di sisi barat dan timurnya. Gorontalo memiliki pemerintahan daerah berupa empat kabupaten dengan satu kotamadya (Kota Gorontalo).
Sejak menjabat sebagai Gubernur Provinsi Gorontalo untuk yang kedua kalinya, Ir. H. Fadel Muhammad telah menetapkan efisiensi sebagai tema utama dalam penyelenggaraan pemerintahan di Provinsi Gorontalo. Dengan menerapkan efisiensi, diharapkan tatalaksana organisasi dan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik, memiliki catatan yang terlacak, dan mengurangi birokrasi.
Gubernur menyadari bahwa untuk mewujudkan efisiensi tersebut, disamping melakukan pembenahan di dalam organisasi pemerintahan daerah, cara kerja, dan perbaikan internal lainnya, juga memerlukan sarana dan prasarana penunjang, antara lain melalui penerapan teknologi komunikasi dan informasi (TIK). Dari pengalaman banyak pihak dalam menerapkan TIK dalam pemerintahan, yang lazim di sebut sebagai pemerintahan berbasis elektronik (e-government), jika dilaksanakan dengan baik dan disiplin, akan memberikan tingkat produktivitas penyelenggara pemerintah dan komunikasi dari dan keluar sistem pemerintahan (misalnya antara pemerintah dan masyarakat - G2C), dan pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi dan kinerja pemerintahan.
Di sisi lain, menggelar sarana dan prasarana TIK adalah suatu pekerjaan yang menuntut waktu dan biaya yang tidak sedikit. Merujuk pada pengalaman sebagian pemerintahan daerah di Indonesia yang juga ingin melakukan efisiensi melalui TIK, banyak yang berhenti pada tahap penyediaan sarana, misalnya infrastruktur TIK. Hal ini disebabkan antara lain besarnya biaya untuk membuat infrastruktur, dan terkadang ditengarai adanya praktek pembengkakan anggaran yang justru tidak membuat TIK menjadi sarana yang murah. Sarana TIK juga memerlukan perawatan rutin yang terkadang dilupakan oleh pemerintahan daerah, karena ibarat kendaraan, mobil yang jarang mogok biasanya memiliki riwayat perawatan rutin yang baik.
Di pemerintahan Provinsi Gorontalo, salah satu kiat yang digunakan untuk mewujudkan efisiensi internal adalah tidak ikut-ikutan membuat infrastruktur TIK sendiri sebagai langkah awal menuju pemerintahan berbasis elektronik. Provinsi Gorontalo dalam hal ini beruntung karena di tahap awal memiliki pilihan membangun infrastruktur atau menggunakan sarana yang sudah ada. Teknologi komunikasi yang sudah sangat berkembang jauh, terutama di teknologi komunikasi bergerak (mobile communication), dengan cakupan layanan yang luas di wilayah Indonesia, adalah modal utama dari mewujudkan hal ini.
Dengan bantuan operator komunikasi bergerak XL dan mitranya, PT. Jaringmas Satria Buana, Pemerintah Provinsi Gorontalo mencoba untuk melakukan pembenahan menuju pemerintahan berbasis elektronik. Hal yang dibangun pertama kali adalah pondasi dari rancang bangun e-government yaitu infrastruktur komunikasi. Pemerintah Provinsi Gorontalo sepakat untuk menggunakan layanan Corporate User Group (CUG) sebagai komunikasi antar pegawai dan karyawan Pemprov. Layanan ini memberikan penghematan terhadap biaya percakapan antar pegawai dan karyawan hingga 20%. Selain itu, layanan ini memberikan akses kepada pegawai dan karyawan Pemprov untuk layanan berbasis TIK lainnya, misalnya layanan distribusi informasi berbasis SMS (short message service). Layanan distribusi informasi berbasis SMS bisa digunakan antara lain untuk menyebarkan undangan rapat rutin (efisiensi terhadap penggunaan kertas), rekomendasi dokumen elektronik (efisiensi terhadap birokrasi), dan hal-hal lainnya. Alasan menggunakan pendekatan dengan menerapkan Mobile Government (M-Gov) sangatlah jitu, mengingat tingkat pemahaman masyarakat Gorontalo terhadap PC (komputer) sangatlah rendah, berbeda dengan handphone, dimana sebagaian masyarakat Gorontalo sudah sangat terbiasa menggunakan handphone.
Tahapan berikutnya adalah menerapkan pengelolaan dokumen berbasis elektronik. Dengan menggunakan dokumen elektronik sebagai pendamping dokumen resmi berbasis kertas, diharapkan efisiensi dari pemangkasan alur kerja dokumen, kertas, dan waktu. Dokumen yang memerlukan persetujuan, misalnya disposisi surat, dll akan disirkulasi melalui media elektronik, sementara dokumen asli akan disimpan dan hanya diambil citra elektroniknya jika diperlukan melalui media web atau PDA.
Untuk pelayanan komunikasi data antar instansi di kalangan pemerintahan Provinsi Gorontalo, ketimbang membuat infrastuktur komunikasi sendiri yang dalam banyak pengalaman justru akan menjadi salah satu faktor penghalang efisiensi, Pemprov Gorontalo mempertimbangkan untuk menggunakan layanan komunikasi data berbasis MPLS dan GPRS (untuk keperluan data yang kecil). Kelebihan teknologi MPLS dan GPRS adalah tidak dibatasi oleh jarak antar titik, melainkan oleh ketersediaan akses via menara BTS di wilayah tersebut, biaya penyelenggaran MPLS hanya bervariasi dari besarnya pipadata (bandwidth) yang digunakan, dan kemungkinan teknologi MPLS untuk menggabungkan komunikasi data, suara dan gambar, sehingga di masa mendatang komunikasi antar instansi melalui MPLS dapat hanya melalui teknologi VoIP (Voice over IP) dan Video Conference.
Efisiensi juga bisa didapatkan jika menumpangkan sambungan Internet di atas MPLS, dengan demikian Pemprov Gorontalo bisa mendapatkan penghematan biaya sambungan internet, karena pengeluaran biaya hanya dilakukan di pusat (misalnya Pemerintah Provinsi), sedangkan instansi lainnya yang terhubung melalui sambungan MPLS tidak perlu berlanggan sambungan Internet.
Sebagai layanan masyarakat berbasis TIK, Pemerintahan Provinsi Gorontalo berencana untuk memiliki layanan informasi masyarakat interaktif berbasis SMS dan layanan info produk unggulan, misalnya Info SMS Jagung. Petani Jagung yang ingin memiliki informasi untuk tanaman jagung, misalnya info masa tanam, cuaca, harga jagung dll, dapat menggunakan layanan informasi berbasis SMS untuk mendapatkan informasi tersebut. Sebaliknya, Pemerintah Provinsi juga dapat mendapatkan informasi dari petani mengenai masa tanam, kondisi lahan, tanaman dsb melalui media SMS, sehingga konsolidasi data yang didapatkan bisa memberikan gambaran aktual mengenai produk unggulan tersebut dalam presentasi data dan informasi terpusat.
Banyak hal positif lainnya berkaitan dengan rencana Pemerintahan Provinsi Gorontalo untuk melaksanakan efisiensi berbasis TIK. Salah satu komitmen yang ditunjukkan adalah rencana pembentukan instansi setingkat Badan Daerah yang akan memusatkan perhatian pada penyelenggaraan teknologi informasi dan komunikasi. Belajar dari pengalaman daerah dan provinsi lain yang telah memiliki Dinas atau Badan serupa dengan masing-masing ciri sukses dan kegagalan, diharapkan instansi baru ini dapat berperan lebih dalam penyelenggaraan TIK di Provinsi Gorontalo.
Label: gorontalo
Pengembangan PAUD Gorontalo
Perkembangan PAUD di Provinsi Gorontalo maju pesat antara lain berkat campur tangan Hana Hasanah Fadel Muhammad, istri Gubernur Provinsi Gorontalo Ir. Fadel Muhammad.Ia bahkan menjabat sebagai Ketua Forum PAUD Provinsi Gorontalo. Tak ketinggalan istri-istri Bupati/walikota juga menjadi Ketua Forum PAUD di daerahnya masing-masing. Kalau sudah begitu, program-program PAUD pun berjalan mulus, termasuk dalam peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikannya. Sungguh beruntung masyarakat Provinsi Gorontalo dipimpin oleh Gubernur Ir. Fadel Muhammad. Selain dikenal sebagai pemimpin yang merakyat, Fadel yang juga kondang sebagai pengusaha sukses itu juga memiliki inovasi tinggi dalam meningkatkan daya saing provinsinya, misalnya melalui ekspor sapi, tanaman jagung unggulan, hasil laut, dan lain-lain.
Di bidang pendidikan, perhatian Fadel juga tinggi, yang ditunjukkan dengan cukup besarnya anggaran pendidikan. Tahun lalu anggaran pendidikannya mencapai sekitar Rp 33 miliar atau 15,6% dari APBD. Bahkan di bidang pendidikan ini ia mendapat dukungan penuh dari sang istri tercinta, Hana Hasanah Fadel Muhammad. Walhasil program-program pendidikan pun bisa berjalan mulus. Hal itu juga dirasakan oleh para pejabat dan tokoh-tokoh masyarakat yang menggeluti bidang pendidikan di Provinsi Gorontalo.
Khusus di bidang pendidikan anak usia dini (PAUD), misalnya, Hana Hasanah Fadel Muhammad bahkan bersedia duduk sebagai Ketua Forum PAUD Provinsi Gorontalo. Di tengah kesibukannya sehari-hari sebagai istri gubernur, Hana aktif mengurusi organisasi ini.
Hana juga aktif menghadiri pertemuan Forum PAUD tingkat nasional, misalnya pada lokakarya Forum PAUD dan HIMPAUDI (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia) yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat, Juni tahun lalu. Saat itu, Hana merupakan satu-satunya istri gubernur yang hadir. Hana rela menyempatkan mampir ke acara tersebut meski keesokan harinya pergi ke Eropa mendampingi suaminya. Hal itu merupakan bentuk kepedulian dan komitmennya yang tinggi terhadap program PAUD.
Jajaran tokoh masyarakat pendidikan di provinsi muda setelah melepaskan diri dari Sulawesi Utara itu mengakui Hana sangat aktif terlibat dalam kegiatan PAUD. “Kami mendapat dukungan penuh dari Pak Gubernur dan Ibu Gubernur dalam menjalankan program-program pendidikan, termasuk PAUD,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo, Drs. Weni Liputo.
“Kesediaan Ibu Gubernur menjadi Ketua Forum PAUD itu merupakan barang langka, karena di daerah-daerah lain masih cukup banyak istri gubernur yang tidak mau terlibat. Bapak dan Ibu Gubernur sangat peduli terhadap program PAUD karena menyadari bahwa kalau Provinsi Gorontalo mau maju, maka kualitas sumber daya manusia (SDM)-nya harus dipersiapkan dengan baik sejak dini. Dengan posisi Ibu Gubernur menjadi Ketua Forum PAUD, yang kemudian dikuti oleh istri bupati/walikota sebagai Ketua Forum PAUD di daerahnya masing-masing, maka pekerjaan Dinas Pendidikan menjadi sangat terbantu,” kata Weni Lupito.
Irina Popoi, Sekretaris Forum PAUD Provinsi Gorontalo, menyatakan bahwa Hana menjadi Ketua Forum PAUD sejak organisasi ini dibentuk pada Juni 2006 lalu. “Saya senang Bu Hana bersedia menjadi Ketua Forum PAUD, apalagi beliau juga Ketua PKK Provinsi Gorontalo. Sehingga pelaksanaan program PAUD menjadi lancar,” katanya.
Kesediaan Hana menjadi Ketua Forum PAUD ternyata berimplikasi sampai ke bawah. Buktinya, para istri bupati/walikota di Gorontalo juga menjadi Ketua Forum PAUD di daerahnya masing-masing. Walhasil, wajar jika program PAUD kini menjadi primadona.
Siaran Radio Hingga Paguyuban Dangdut
Weni Lupito menegaskan, sesuai rencana dan strategi pendidikan Provinsi Gorontalo ke depan, khususnya dalam memacu perkembangan anak usia dini, hal pertama yang dilakukan Dinas Pendidikan adalah mengadakan sosialisasi PAUD kepada masyarakat secara maksimal, terutama terhadap mereka yang memiliki anak usia dini. “Kita berusaha untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwa pendidikan bukan dimulai pada usia SD, tetapi sejak PAUD,” tegasnya.
Ia menambahkan, Dinas Pendidikan mulai mengintervensi program PAUD sejak tahun 2005. Sebelumnya, kondisi PAUD di provinsi ini masih benar-benar memprihatinkan. Yang muncul baru beberapa kelompok bermain (KB) atau play group yang diinisiasi oleh pemerintah maupun masyarakat. “Pada waktu itu baru kita temukan hanya tiga KB. Kemudian kita berusaha untuk lebih maksimal. Alhamdulillah pada awal 2006 sudah mulai muncul dengan melibatkan organisasi-organisasi wanita, terutama PKK, organiasasi keagamaan, termasuk juga aparatur-aparatur yang ada di tingkat desa. Kini jumlahnya sudah sekitar 300,” ujarnya.
“Saya sampaikan kepada masyarakat, usahakan kalau bisa memanfaatkan fasilitas yang ada. Bisa bergabung dengan TK yang sudah ada, bisa juga memanfaatkan balai desa, atau rumah-rumah pejabat yang ada di desa”, kata Weni Lupito.
Forum PAUD Provinsi Gorontalo juga aktif melakukan sosialisasi. Ada beragam kegiatan yang dilakukan. Satu yang khas adalah melalui siaran di radio RRI. “Dibanding media lain, siaran melalui radio RRI sangat efektif karena pendengarnya banyak. Masyarakat Gorontalo sangat fanatik dengan RRI,” ujar Sastriwati Mangkarto, Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo, yang juga salah satu pengurus Forum PAUD.
Di RRI, secara rutin program PAUD disisipkan dalam acara Hikmah Pagi yang disiarkan pukul 5.30 sampai 6.00. “Yang sering membawakan Ustad H. Muhammad Bakari,” kata Sastriwati. Selain itu, Irina menambahkan, program PAUD juga dimasukkan dalam acara Dialog Rakyat yang disiarkan jam 15.00 dengan menggunakan bahasa daerah Gorontalo.
Selain itu, sosialisasi juga dilakukan melalui paguyuban-paguyuban tertentu, seperti ikatan penggemar keroncong dan ikatan penggemar dangdut. “Kami juga bekerjasama dengan organisasi-organisasi wanita, mulai dari Muslimat NU, Aisyiah, PKK, BKOW (Badan Koordinasi Organisasi Wanita), hingga Bhayangkari,” ujar Irina Popou. “Tak ketinggalan pula sosialisasi PAUD disisipkan melalui pesan-pesan yang disampaikan oleh pendeta dan pastur,” tambah Sastriwati.
Perhatian tinggi Gubernur Gorontalo dan istrinya terhadap program PAUD sejalan dengan tiga prioritas pembangunan di provinsi tersebut, yaitu peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM), agropolitan jagung (pertanian), serta perikanan dan kelautan. PAUD menjadi bagian dari prioritas program pertama.
Hingga 2007, jumlah lembaga PAUD di provinsi yang berpenduduk kurang lebih satu juta jiwa itu sudah sekitar 300. Padahal, kata Weni Liputo, pada 2003 baru ada tiga. Pertumbuhan paling pesat terjadi di Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bualemo, yang mendapat dukungan penuh dari bupatinya.
Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo menargetkan, sampai 2010 minimal 75 persen desa-desa yang ada di Provinsi Gorontalo sudah memiliki layanan pendidikan anak usia dini. Lembaga PAUD yang ada sekarang masih belum merata. Ada satu desa yang sampai punya tiga, sementara di desa-desa lain belum ada.
Meski berkembang pesat, namun menurut Weni Lupito ada sejumlah tantangan menonjol dalam pelaksanaan program PAUD di Provinsi Gorontalo, yakni minimnya sarana prasarana, belum memadainya ketersediaan alat-alat permainan edukatif (APE), kualifikasi dan kompetensi guru yang masih memprihatinkan, dan kecilnya kesejahteraan/honor guru PAUD. “Guru-guru PAUD paling hanya menerima honor Rp 100.000 per bulan, bahkan di daerah-daerah terpencil ada yang Rp 50.000. Kita memang ada insentif untuk mereka, tapi yang dapat baru sebagian,” katanya.
Salah satu upaya untuk ikut mengatasi tantangan di atas, terutama menyangkut rendahnya kualifikasi dan kompetensi guru PAUD karena sebagaian besar mereka berpendidikan SMA, maka Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memberi dukungan penuh. Hal itu diwujudkan dengan dibukanya program S-1 PAUD mulai 2007.
Irina Popoi yang sehari-hari bekerja sebagai dosen di Fakultas Ekonomi UNG memang tidak terlibat dalam pembukaan program S-1 PAUD, karena berada di bawah FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan). Namun, dalam pandangan dia sebagai pengurus Forum PAUD, didirikannya S-1 PAUD tersebut akan semakin memperkokoh pelaksanaan program PAUD di provinsi ini.
Kiprah HIMPAUDI
Organisasi HIMPAUDI Provinsi Gorontalo juga boleh terbilang aktif. Menurut Hamsina Tome, Ketua HIMPAUDI Provinsi Gorontalo, organisasi yang dipimpinnya sudah menjengkau ke seluruh kabupaten/kota.
HIMPAUDI Provinsi Gorontalo berdiri pada 29 November 2005. Hingga 2007, HIMPAUDI memiliki jumlah anggota sebanyak 854 guru PAUD. “Mereka mengajar di 284 lembaga PAUD, yang terdiri dari 236 Kelompok Bermain dan sisanya berupa SPS (Satuan PAUD Sejenis),” kata Hamsina Tome, yang sehari-hari mengajar di PAUD dan TK Berlian. Ia menambahkan, dari jumlah guru PAUD tersebut, sekitar 90% lulusan SMA sederajat. Hanya sekitar 10 % yang lulusan D2 PGTK dan sarjana.
Di tengah berbagai tantangan itu, Hamsina berharap kalau bisa pemerintah memberi beasiswa bagi guru-guru yang mau melanjutkan ke S-1 PAUD. “Selain itu, alangkah bagus kalau para guru PAUD jelas statusnya, misalnya diangkat sebagai guru honorer dulu. Syukur kalau setelah itu bisa jadi pegawai negeri sipil,” ujarnya.
Meski menghadapi banyak tantangan, namun yang membuat Hamsina merasa bangga adalah kerjasama HIMPAUDI dengan Forum PAUD Provinsi Gorontalo berjalan sangat bagus, termasuk dalam peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan PAUD. Organisasi-organisasi wanita seperti Muslimat NU, Aisyiah Muhammadiyah, PKK, Bhayangkari, juga aktif terlibat dalam program PAUD. Universitas Negeri Gorontalo juga mendukung penuh.
Usia boleh muda, tapi prestasi jangan pernah kalah. Provinsi Gorontalo tampaknya bisa menjadi contoh. Walaupun umurnya masih relatif sangat muda, namun program PAUD-nya tidak mau ketinggalan dari “kakak-kakak”nya yang usianya jauh lebih tua. Bahkan kalau bisa menyalipnya. **
SAIFUL ANAM (Gorontalo)
Label: gorontalo, pendidikan
Selayang Pandang Provinsi Gorontalo

Provinsi Gorontalo adalah salah satu dari 32 provinsi di wilayah Republik Indonesia yang memanjang dari Timur ke Barat di Bagian Utara Pulau Sulawesi. Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Sulawesi, Sebelah Timur berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Utara, Sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Tengah, Sebelah Selatan berbatasan dengan Teluk Tomini
Provinsi termuda ini memiliki luas wilayah 12.215,44 km2 dan berada pada posisi geografis antara 00030’04” – 01002’30” Lintang Utara dan 112008’04”– 123032’09” Bujur Timur.
Provinsi terbungsu ini mempunyai ketinggian dari permukaan laut antara 0 – 2.400 meter dengan jumlah pulau-pulau kecil yang teridentifikasi sampai saat ini sebanyak 67 buah serta mempunyai 2 (dua) musim iklim pada umunya, yakni musim penghujan dan musim kemarau. Biasanya hari hujan terbanyak terjadi pada Bulan Maret, Mei dan Oktober dengan Curah Hujan rata-rata 207,7 mm dan suhu rata-rata 23 – 31° C. Sedangkan tekanan udaranya berkisar antara 11.21.5 MOB dengan kecepatan angin rata-rata 1,9 knot.
Provinsi Gorontalo juga mempunyai garis pantai sepanjang + 590 km dengan luas laut teritorial + 10.500 km2 dan luas perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) + 40.000 km2 yang ada di perairan sebelah Utara, sehingga total luas perairan laut + 50.500 km2 dengan tingkat kemiringan yang relatif rendah antara 0 – 40°.
Wilayah Gorontalo juga sangat strategis bila dipandang secara ekonomis, karena berada pada poros tengah wilayah pertumbuhan ekonomi, yaitu antara 2 (dua) Kawasan Ekonomi Terpadu (KAPET) Batui Provinsi Sulawesi Tengah dan Manado – Bitung Provinsi Sulawesi Utara. Letaknya yang strategis ini dapat dijadikan sebagai daerah transit seluruh komoditi dari dan menuju kedua KAPET tersebut. Akibat kegiatan arus barang antara kedua KAPET tadi, maka berdampak positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi di Daerah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan bahkan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan.
Selain itu, Gorontalo juga berada pada “mulut” Lautan Pasifik yang menghadap pada negara Korea, Jepang dan Amerika Latin. Sudah barang tentu “kelebihan posisi” ini dapat memberikan peluang yang baik dalam pengembangan perdagangan.
Label: gorontalo
DAMPAK NEGATIF POPULASI BENTOR
BAGI LINGKUNGAN
Author : Aank Pahrun
Bentor adalah salah satu alat transportasi di daerah Gorontalo. Alat transportasi ini memiliki design seperti becak, akan tetapi sebagai tenaga penggeraknya bukan lagi menggunakan tenaga manusia melainkan tenaga mesin sepeda motor.
Pada awalnya becak bermotor atau bentor merupakan alat transportasi yang membanggakan dari daerah Provinsi Gorontalo dikarenakan bentor di daerah ini memiliki design artistik dan hal ini membedakan dengan becak bermotor di daerah-daerah lain. Kebanyakan di daerah lain seperti Sumatera penumpang bentor berada di samping atau di belakang pengemudi bentor, sedangkan di daerah Gorontalo, penumpang berada di depan dari pengemudi bentor.
Ditilik dari segi ekonomi, becak bermotor atau bentor telah menjadi suatu alat pendongkrat ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Ini bisa dilihat dari menjamurnya dealer-dealer sepeda motor dimana sering kita lihat dealer tersebut tidak terdapat stock sepeda motor karena telah habis terjual meskipun masih banyak pembeli yang antri untuk membelinya. Begitupula hampir disetiap rumah di Gorontalo ini memiliki alat transportasi bentor tersebut.
Seiring bertambahnya populasi kenderaan bermotor pada umumnya, khususnya bentor telah menjadi bumerang bagi faktor lingkungan di Gorontalo saat ini. Bagaimana tidak, polusi yang disebabkan kenderaan bermotor akibat emisi gas buang dari kenderaan tersebut mulai merusak atau mempengaruhi ekosistem kehidupan manusia maupun makhluk hidup lainnya walaupun kita belum sempat menyadarinya.
Faktor pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh kenderaan bentor, bisa kita kaji melalui 3 komponen lingkungan berikut ini :
A. Komponen Lingkungan Abiotik
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.
Polusi yang disebabkan oleh bentor dalam persepsi abiotik antara lain polusi kebisingan. Kebisingan didefinisikan sebagai "suara yang tak dikehendaki, misalnya yang merintangi terdengarnya suara-suara, musik dan sebagainya, atau penyebab rasa sakit atau penghalang gaya hidup. Suara bising yang terus-menerus dengan tingkat kebisingan relatif tinggi dapat mengakibatkan dampak yang merugikan kesehatan manusia. Ini dapat berarti gangguan secara fisik maupun psikologis.
Secara langsung, polusi suara seperti ini dapat menyebabkan ketulian secara fisik dan tekanan psikologis. Lebih jauh, tekanan psikis akan menyebabkan penyakit-penyakit lainnya muncul pada manusia.
Akibat yang dihasilkan oleh kebisingan suara-suara dari kenderaan bentor baik bunyi knalpot maupun bunyi musik dapat kita klasifikasikan berdasarkan atas 2 tipe akibat.
1. Akibat-akibat badaniah
Kehilangan pendengaran yang diasumsikan atas perubahan ambang batas sementara akibat kebisingan dan perubahan ambang batas permanen akibat kebisingan tersebut. Disisi lain kebisingan juga dapat mempengaruhi fisiologis seseorang dimana rasa tidak nyaman atau stress meningkat, tekanan darah tinggi, sakit kepala.
2. Akibat-akibat psikologis
Gangguan emosional berupa kejengkelan, kebingungan maupun gangguan gaya hidup berupa gangguan tidur atau istirahat, gangguan diwaktu bekerja, membaca dan sebagainya. Terdapat pula gangguan pendengaran berupa merintangi pendengaran kita disaat mendengarkan TV, radio atau berbicara di telepon dan lain-lain.
B. Komponen Lingkungan Biotik
Pencemaran dapat timbul sebagai akibat kegiatan manusia ataupun disebabkan oleh alam dalam hal ini emisi gas buang dari kenderaan bermotor yang tergolong beracun. Ilmu lingkungan biasanya membahas pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia, yang dapat dicegah dan dikendalikan.
Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran di sebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat memberikan efek merusak.
Pencemaran udara yang paling menonjol adalah semakin meningkatnya kadar CO2 di udara. Karbon dioksida itu berasal dari pabrik, mesin-mesin yang menggunakan bahan bakar fosil (batubara, minyak bumi), juga dari mobil, kapal, pesawat terbang, maupun bentor. Meningkatnya kadar CO2 di udara tidak segera diubah menjadi oksigen oleh tumbuhan karena banyak hutan di seluruh dunia yang ditebang.
C. Komponen Lingkungan Culture
Makin banyaknya kaum urban mencoba mengais rezeki sebagai pengemudi bentor di kota Gorontalo sehingga kota yang tidak seberapa luas ini sudah mulai terlihat padat dan macet, serta tingkat populasi bentor berdampak pada space tersedia di kota makin mengecil bagi pengemudi kenderaan lain.
Pengemudi bentor juga sering ugal-ugalan di jalan merasa banyaknya komunitas para pengemudi bentor sehingga mereka menjadi penguasa jalan raya. Ini bisa dilihat dari beberapa tempat atau pusat perbelanjaan yang sudah susah dilalui karena telah dijejali oleh para awak bentor. Banyaknya pencurian terhadap kenderaan lain seperti lampu sorot di kenderaan pribadi sering digondol maling kemudian dijual kepada pemilik bentor untuk menambah asesoris bentor.
Berbagai dampak negatif dari kenderaan bentor ini, sekarang telah menjadi buah bibir masyarakat dan sedang menjadi wacana pusat pemikiran para elit-elit politik maupun pemerintah di daerah Gorontalo ini.
Sejumlah jenis penanganan yang diterapkan pemerintah sekarang ini dianggap menjadi penghalang para bentorer untuk mencari rejeki bagi penghidupannya. Ini merupakan efek simalakama yang sedang bergejolak di Provinsi Gorontalo sekarang ini.
Menurut hemat penulis ada beberapa penanganan yang bisa dibuat antara lain :
1. Memasukkan jenis kenderaan bermotor yang ramah lingkungan dengan asumsi pemerintah mau dan rela memberikan subsidi terhadap kenderaan tersebut karena kenderaan itu masih relatif mahal dan mungkin tidak dijangkau oleh kocek pemilik bentor.
2. Membiarkan populasi bentor menjamur dan pasti akan menjadi bom waktu bagi pemilik bentor sebab bentor makin banyak, penumpang makin sedikit, akibatnya dengan sendirinya para pemilik bentor akan gulung tikar.
3. Menyediakan jalur bentor sendiri atau bisa dikatakan dengan Bentor Way seperti Bus Way yang di jakarta. Tetapi hal ini berdampak pada alokasi anggaran membludak sebab akan ada pembuatan jalur / jalan khusus untuk bentor.
4. Memikirkan kenderaan penumpang umum alternatif semurah bentor dan mementingkan keselamatan penumpang.
5. Memberhentikan produksi bentor kecuali sepeda motor yang dipakai telah mempergunakan sepeda motor yang ramah lingkungan.
Berbagai dampak yang berkonotasi negatif ditimbulkan oleh kenderaan bermotor khususnya bentor pada dewasa ini membuat sekalangan orang mulai memikirkan solusi yang tepat buat kenderaan tersebut.
Sejumlah penanganan yang coba penulis uraikan di atas memerlukan dana dan waktu yang tidak sedikit, kesabaran dan perhatian dari pihak pemerintah dan pengorbanan dan doa dari segenap masyarakat demi tercapainya lingkungan Gorontalo yang ramah terhadap isinya.
Label: gorontalo, lingkungan, tulisanku
